Langsung ke konten utama

Bongkar Gudang (1)

Pertama, jangan menghujatku karna ngepost tentang ini. Aku cuma pengen bagi-bagi cerita aja, gak lebih. Kedua, gak usah komen apapun. Nikmatin apa yang aku bagi sekarang. Siapa tau terhibur walaupun aku tau kamu gak terhibur sih. Mungkin malah muak. Ah, iya ntar ada beberapa adegan yang aku edit lebih ketjeh lagi karna waktu itu aku bikinnya pas aku lagi sedih banget jd ga dramatis wkwkwk.
-----------------------------------------------------------------------------------
Now playing : when I come home - William Fitzsimmons 🎶


10 Maret 2015

Semuanya kandas di tengah jalan. Ia yang memulai, ia juga yang mengakhiri. Aku masih menangis. Air mataku mengalir cukup deras diikuti isakan tangis. Dia hanya diam di sebrang sana. Apa ia tidak tau bagaimana perasaanku sekarang? Sesuka hatinya ia memutuskan hubungan seperti merobek kain. Hilang tertiup angin keinginan yang ingin aku lakukan bersamanya. Hanya terdapat puing-puingnya saja. Ternyata benar, semua yang manis dan indah itu gak bakal bertahan lama.

“Jangan nangis.” Ujarnya disana.

Aku membiarkannya memanggilku. Bagaimana bisa aku tidak menangis ketika hatiku terkoyak seperti ini? Dasar bodoh! Dimana akalmu sekarang?! Aku pikir memang seharusnya aku tidak bertemu denganmu dulu, tidak mengiyakan pertanyaanmu ketika menembakku, tidak membuat kenangan manis denganmu. Aku ingat pertama kali ia menyukaiku, mengatakan kalau ia suka padaku, memberi sebuah boneka panda, kejutan kecil-kecilan yang sering ia berikan, kata-kata manis yang sekarang terasa hambar, dan lain-lain. Semuanya berawal ketika kami sekelas. Saat itu kami masih begitu polos dan kecil..

💔💔💔

Katanya kelas 2 SMP itu moment yang tidak bakal terlupakan layaknya kelas 3 SMA. Hm, atau itu hanya spekulasi kebanyakan orang? Namun aku tetap berusaha membuat kisahku lebih menarik dan percaya kalau kelas 2 SMP adalah masa dimana aku bisa bersenang-senang menghabiskan waktu bersama teman-teman dan menciptakan lukisan sendiri. Lamunanku buyar ketika teman sebangkuku memukul pundakku.

“Jangan melamun terus lu! ntar kesambet malah ribet.” ujar Wendy.

“Hahahaha itu sih parah!” jawabku. “Dari kantin?” tanyaku.

“Iya. Tadi ada doi mu loh.”

“Oh dah gak peduli.”

“Kenapa gitu??”

“Jaman gini masih ngarepin yang gak pasti? Buang aja ke laut!”

“Beeeh sotak juga! Hahahaha.” Kata Wendy. Kami berdua tertawa.

Di sebrang sana ternyata ada laki-laki yang memperhatikanku sedari tadi. Laki-laki tampan, bertubuh tinggi sekitar 176 cm, berkulit coklat keemasan bak coklat silver queen, berbulu mata lentik seperti bulu mata onta, hidungnya sangat sempurna, diatas bibirnya terlihat kumis yang mulai tumbuh dan aku fikir dia laki-laki idaman para wanita yang sangat sempurna. Ia baru-baru saja putus dengan kekasihnya. Ah, kau tau mantan kekasihnya adalah kakak kelas yang pernah dekat denganku. Tidakkah terlihat hebat? Hahaha. Aku hanya tau beberapa hal tentang laki-laki yang sedari tadi memperhatikanku. Nama laki-laki itu Zuhal Farisa Nurmadani, biasa di panggil Zuhal.

Semuanya aku lalui dengan penuh warna. Aku tidak bosan dengan hidupku saat ini. Aku selalu menikmatinya dan tak pernah mengeluh. Sampai akhirnya Zuhal menyentuh kisahku dan ikut menuliskannya.

💔💔💔

Ketika itu malam jumat. Aku asik sendirian di kamar dan berencana untuk tidur cepat. Ya, karna aku tidak ada kegiatan lain jadi aku ingin tidur lebih cepat. Ketika aku hampir terlelap, handphoneku berbunyi tapi nada deringnya tidak seperti biasanya. Siapa yang mengirim pesan jam segini? Tidak biasanya. Aku buru-buru mengecek. Pesan dari Zuhal? Tumben sekali. Aku dapat nomornya dari Wendy beberapa waktu lalu dan itu juga karna aku ingin menanyakan tugas sejarah. Isi pesannya tidak penting--gak ketojas?-- aku balas saja--enggak. Kenapa?-- kemudian besok paginya ia balas-- oh gapapa kok. Ntar malam nojas?-- aku jawab--gak tau-- Ya,karna aku memang gatau dan gak berminat kesana. Untuk apa? Hanya buang-buang duit dan waktu saja. Kemudian ia balas lagi sampai akhirnya aku dan dia smsan.

Zuhal : “biasanya kamu nojas”
Aku : “jarang nojas”
Zuhal : “kenapa?”
Aku : “Mls”
Zuhal : “Ohhhh”
Aku : “iya” (btw ini kebiasaan yang sampe sekrg aku ucapin)
Zuhal : “Ada yang suka sama kamu loh”
Aku : “Gak peduli”
Zuhal : “Kok gitu?”
Aku : “aku emang gak peduli kok” (btw ini kebiasaan yang sampe sekrg aku ucapin)
Zuhal : “Oh yasudah.”

Aku tidak membalas pesannya lagi. Lebih baik aku bermain game. Menjelang sore aku jadi penasaran dengan pesannya yang terakhir. Aku menatap layar handphoneku seraya mengetuk-ngetuk dinding disampingku. Siapa sih yang suka sama aku? Padahal aku gak secantik teman-temanku. Picek kalik ya matanya. Aku hanya bisa mendumel dalam hati sampai akhirnya aku sms Zuhal.

Aku : “Zu yang suka aku siapa?”
Zuhal : “Kepo juga”
Aku : “Ih jawab aja kalik!”
Zuhal : “Gak boleh tau”
Aku : “Kok kamu resek sih?” (btw ini kebiasaan yang sampe sekrg aku ucapin)
Zuhal : “Gak boleh tau”
Aku : “Angkatan kita kah?”
Zuhal : “Yoi”

Aku diam sejenak. Anjir, siapa sih?! Nih orang sok misterius juga pake suruh nebak-nebak. Apa susahnya tinggal bilang. Aku nyebutin orang yang pernah suka sama aku dan semuanya SALAH. SALAH NJIR! Apa tukang kebun sekolah suka sama aku?

Zuhal : “Salah semua!”
Aku : “Terus siapa dong?”
Zuhal : “Makanya ntar malam nojas. Aku kasih tau orangnya”
Aku : “Males ah nojas”
Zuhal : “Yaudah gak usah tau”
Aku : “Astagaaa!! Susah amet sih tinggal ngetik doang”
Zuhal : “Pokoknya ntar malam nojas aja. Ntar aku kasih tau orangnya”
Aku : “y”

Malam minggu akhirnya aku putuskan untuk ketojas bersama teman-temanku. Okey, aku menghabiskan waktuku yang berharga disana dan juga uang jajanku. Jam 7 lebih aku berangkat naik sepeda. Di kompleks ku memang anak seumuranku naik sepeda. Kami belum berani untuk naik motor karna belum punya SIM. Aku ngos-ngosan ditengah jalan. Sudah pakaian cantik gini terus ngos-ngosan rasanya itu kek mimi peri mau kencan sama Oh Sehun! Anjir banget. Beberapa menit kemudian aku sudah sampai di tojas. Ah, iya tojas itu semacam food court gitu tapi ini di outdoor. Aku memarkir sepedaku di dekat sepeda temanku. Awas lu sepeda ampe jatuh! Sepeda mahal gak boleh lecet wk.

“Makan apa nih?” Tanya Yeri.

“Pesankan aku takoyaki isi keju terus saosnya manis!” Titipku yang sibuk dengan handphone

“Aku terserah aja deh” ujar Seulgi.

“Yaudah cari tempat sono.” Suruh Yeri.

Aku dan Seulgi memilih untuk duduk di kursi dekat kolam. Aku asyik main game baru yang baru aku download beberapa hari yang lalu. Tiba-tiba aku teringat kalo malam ini Zuhal bakal ngasih tau orang yang suka sama aku. Aku menoleh ke belakang dan ku temui Zuhal duduk di belakang kursiku. Hebat anjir dia dah ada di belakangku. Padahal sebelumnya nda ada orang atau akunya aja yang gak liat? Dia hanya berjarak 1 meter dari tempatku. Ia sedang serius main handphone.

“Seulgi, itu Zuhal kah?” tanyaku ke Seulgi.
“Iya. Kenapa?” Jawab Seulgi. Nah, kena lu Zu!
“Gapapa. Ke sana yok!” Ajakku. Aku berlari ke tempat Zuhal diikuti Seulgi yang nampaknya malas.

“Zuhaaaal!” Teriakku lalu berdiri di depannya.
“Apa?” tanyanya santai. Nih orang lupa ya kalau ada janji sama aku?
“Janjimu”
“Aku gak pernah janji apa-apa sama kamu.” Bazingan. Sok masang muka polos lagi walaupun memang polos kayaknya.
“Gak usah sok lupa gitu nah.”
“Apaan sih?”
“Kasih tau siapa yang suka sama aku!”
“Cari mukanya yang paling mencurigakan.”
“Mukanya sama semua cak.”
“Cari aja sampe dapat.” Ingin rasanya mengumpat di depan mukamu terus nyakar mukamu sampe koyak.

Akhirnya aku perhatiin satu-satu dan aku sebutin satu-satu juga. Zuhal hanya bilang “bukan”, “lain”, “coba aja cari”. Mampus dah jangan-jangan di kerjain aku. Ya kalik semua orang yang aku sebutin pada bukan semua. Sial.

“Kamu kah?” Tanyaku.
“Cari aja.”
“Mukanya sama semua!!!”

Aku sibuk nyari mukanya yang mencurigakan sampai akhirnya langit menjatuhkan air matanya. Anjir dah hujan. Sedikit demi sedikit orang-orang pulangan. Aku masih nunggu jawaban dari Zuhal dan nunggu makanan Yeri datang. Aku, Seulgi dan Yeri duduk di pinggiran toko seraya meneduh dan wifian. Aku lihat Zuhal dan temannya pulang.

“Zuhal!! Siapa orangnya?” Teriakku.
“Cari yang mukanya yang paling mencurigakan”
“Zuhaaaal!!”
“Orangnya mau pulang nih yang suka sama kamu.” Teriak Zuhal lebih keras dan kemudian Zuhal dan temannya lari ke parkiran. Aku hanya diam. Kemudian air mata langit semakin deras dan membasahi seluruh kota kecil di sudut pulau.

Sesampai di rumah, aku segera ganti baju. Sialan. Udah gak dapat jawaban, malah kehujanan kayak gini lagi. Ini bukan perjuangan kok. Kebetulan aja semesta lagi baper makanya kayak aku memperjuangkan sebuah jawaban nda berfaedah dari Zuhal. Ketika aku ganti baju, handphoneku bunyi. Sebelum aku memakai bajuku, buru-buru aku membuka pesan masuk.

Zuhal : “Kehujanan ya?” <menurut lo aja nying>
Aku : “Iya”
Zuhal : “Buruan ganti baju. Ntar sakit.” <iya babs, ini lagi ganti baju tapi lu ganggu>
Aku : “Dah ganti kok” <padahal lagi pake baju>
Zuhal : “Pake baju yang tebal biar gak kedinginan.” <sok perhatian, kampis.>
Aku : “Iyaa”
Zuhal : “Kamu mau tau kah siapa yang suka sama kamu?”
Aku : “Mauuuuu”
Zuhal : “Aku suka sama kamu” <suka banget dah nih orang becandaan. nda lucu loh>
Aku : “Kamu becanda”
Zuhal : “Serius kek gini kamu bilang becanda?” <widih, dah mulai serius. Jangan terlalu serius ntar sakit mas>
Aku : “Mukamu loh gak mencurigakan”

Kemudian Zuhal tidak balas smsku. Malah ngilang lagi. Yaudahlah ganti haluan aja. Aku buka salah satu SNS--facebook, milikku. Timelineku penuh dengan anak-anak galau. Udah hujan, sendu lagi. Ah baper aja nih orang-orang. Lebay! Beberapa menit kemudian, Zuhal ngechat aku.

Zuhal : “Lanjut disini aja ya”
Aku : “Oke”
Zuhal : “Diem-diem aja ya aku suka sama kamu” <ngomong ahh ke orang-orang>
Aku : “Sipsip. Aku loh gak copel”

Dari situ semuanya berubah. Ketika bertemu jadi canggung, kalo duduknya sebelahan rasanya deg-degan, banyak kejadian yang berhubungan dengan dia. Mulai dari di jailin karna suka Justin Bieber di ruang fisika, Zuhal modus minta ajarin tentang photoshop ke aku, duduk sebelahan pas pelajaran PKn, pulang pergi latihan perkusi bareng, berantem pas di perkusi, dan lain-lain. Kenangannya berbagai rasa. Suka.
💔💔💔



To be continued..






Komentar

Farisa mengatakan…
Jangan dihapus.

Postingan populer dari blog ini

Kesepuluh

Hati siapa yang tak tersakiti saat yang dia harapkan hanya terwujud dalam mimpi. Hati siapa yang tak tersakiti saat seseorang yang berkata akan kembali tapi malah tak pernah kembali lagi. Hati siapa yang tak tersakiti saat cinta yang dia rasa, tidak kau rasakan sebaliknya. Hati siapa yang tak tersakiti saat dia berdoa untuk seseorang tapi seseorang itu justru berdoa untuk orang lain. Hati siapa yang tak tersakiti saat dia dengan sabarnya menunggu tapi yang ditunggu itu justru sedang berjuang tuk hidup bersama dengan orng lain. Jadi hati siapa yang tak tersakiti? Jangan bohong. Jangan berpura-pura kau baik-baik saja. Jangan tersenyum jika ingin menangis. Tidakkah kau lelah dengan cinta manusia yang tak kunjung kau dapatkan? Tidakkah kau jenuh dengan pengharapan panjang pada seseorang?

Keenam

Satu kata buat hari ini CAPEK. Sumpah demi apapun rasanya capek luar biasa. Nyari makan malas, gerak malas, ngomong malas. Maunya cm duduk trs chatan. Terus seharian ini bawaannya emosi. Apalagi tadi siang. Rasa badan penuh setan-setan. Si kunyuk tetep jadi pelampiasan amarahku. Wkwkwkk. Untungnya sabar, untungnya mau dengerin. Memang dabest si kunyuk. Padahal malamnya vidcall-an aku maki-maki, paginya ku maki-maki, sampe sore pun ku maki-maki. Malam ini dia gone. Pasti dia ngegame lagi atau enggak nongki sm "sisa" temennya.
Ah, Tuan, rasanya aku pingin cerita banyak tapi apa daya aku bener-bener kecapekan. Mianhae. Btw jangan chat-chat aku nah, rindunya balik tau. Emg kamu mau tanggung jawab? Enggak kan? Kalo ga mau tanggung jawab gak ush chat. Please. Aku sdh berusaha semaksimal mungkin buat gak pengen tau dan gak pengen inget kamu.


Salam rindu dari Yogyakarta

Ketigapuluhdua

"Nah, anak kuliahan bagusnya pakai baju kayak gitu mbak. Cantik. Ndak kek kamu biasanya. Masa pake kemeja kotak-kotak atau ndak kemeja jeans terus celana jeans sm sepatu kets." 
Iyaya cantik tapi aku ndak berniat kalau kuliah pake baju bagus. Enak pake kemeja kotak-kotak atau kemeja warna gelap terus celana jeans cowok di paduin sm sepatu kets. Ah paling enak sud. Daripada harus ribet pake baju bagus karna kalo aku pribadi kalo dah pake baju bagus biasanya hrs keliatan bagus trs. Ribet perasaan kalo harus bolak-balik liat kaca. Ini menurutku pribadi sihh gatau orang lain. Kadang ada sih hasrat pengen juga kayak cewek-cewek yang lain gitu. Keliatan cantik walaupun di kampus cuma gak usah ajalah. Kalo ngampus rembes-rembes aja kecuali kalo jalan baru cantik-cantik walaupun q tak cantik seperti wanita lain. Padahal aku sdh tak gendut tapi tetep aja aku keliatan jelek. Dasarnya emang jelek mau gmn lagi. Hah. Gimana ya bisa cantik kek cewek-cewek lain.. punya muka bersih halus, k…