Langsung ke konten utama

Bongkar Gudang (2)

Yo balik lagi di bongkar gudang. Uhuuyy! wkwkwk retjeh banget ya. Maaf deeeh, habis selama aku sakit (iya eh aku sakit lagi. parah kan? lemah q) gak ada yang bisa diajak becandaan soalnya gak ada pulsa ataupun paket. Miskin banget. Adek-adekku sibuk sendiri di kamarnya jadi ansos deh selama sakit. Okey kali ini aku bakal ngelanjutin cerita yang kemarin. Kamu suka gak?? Pasti dong! Soalnya gak baper nih ceritanya. Udah aku remake juga. Keliatan lebih sans gitu. Semoga terhibur!! ^^
---------------------------------------------------------------------------------- 
Now playing : when I come home - William Fitzsimmons 🎶


Seperti biasa setiap malam kelasku latihan perkusi di depan rumah Wendy untuk acara tahunan sekolah. Seperti biasa juga Zuhal menjemputku naik sepeda. Kita kesana naik sepeda bareng-bareng. Aku gak pernah malu di jemput dia naik sepeda dan malah senang karna kita capek bareng. Lucu bangetkan? Sweet gitu. Angin malam berhembus lembut menerpa wajah kami. Langit malam terlihat temaram karna bintang-bintang menghilang ditelan sekumpulan kapas-kapas hitam. Hanya terlihat seperempat rembulan yang menghiasi malam. Ah, kali ini malam sangat indah ditambah hanya berdua dengannya. Eh? Apa-apaan sih. Haduh! Ngaco parah jadinya. Ditengah perjalanan ke rumah Wendy, Zuhal melambatkan kayuhannya.

“Buruan dong Zuhal! Kamu lama!” teriakku. Aku berhentiin sepedaku dan menunggu Zuhal.

“Aku mau nanya May.” Kata Zuhal sendu. Ih, kenapa nih orang jadi baper gini? Jadi ngeri suasananya.

“Tanya aja kalik.” seruku seraya menatap wajahnya yang terlihat samar karna kurangnya cahaya lampu. Namun aku masih bisa lihat matanya berbinar. Aku menyukai matanya yang selalu tampak bersinar.

“Kamu mulai suka sama aku gak?” Tanya Zuhal. Pertanyaannya dapat membuat tubuhku membeku. Aku belum tau pasti bagaimana perasaanku kali ini. Ah, seharusnya dia bertanya seperti itu nanti saja. Membuat suasananya jadi canggung.

“Untuk kali ini belum suka. Aku masih belum kelar sama si doi. Kenapa?” ujarku dengan nada santai yang dibuat-buat.

“Menurutmu mending aku balikan sama mantan atau nungguin kamu?” Seketika otakku meledak diikuti organ-organ lain. Pertanyaan macam apa lagi itu?! Aku menatap wajahnya yang terlihat resah.

“Itu sih terserah kamu.” jawabku akhirnya.

“Aku masih sayang sama mantanku tapi aku sudah suka sama kamu” ujar Zuhal pelan. Bom! Lindes aja mas badanku pake sepeda sekarang!!

“Mending balikan aja sama mantanmu daripada kamu nungguin aku” ujarku seraya tersenyum tegar.

“Kamu gapapa kah?” tanya Zuhal. Menurut lo aja anying. Pengen ngumpat rasanya.

“Ya gapapa kalik. Santai aja. Lagian aku belum suka juga sama kamu” jawabku lalu pergi meninggalkannya. Iya, aku sakit hati ketika kamu bertanya seperti itu tapi aku juga belum bisa memastikan perasaanku. Aku takut... kamu yang terluka.

💔💔💔

Semenjak itu aku dan Zuhal diam-diaman. Setiap latihan perkusi mau mulai, Zuhal aku lihat sedang telponan. Ya, aku tau dia sedang telponan dengan mantannya. Terus Zuhal sudah gak pernah anter jemput lagi. Hah, kenapa sih jadi gini? Aku salah jawab ya? Atau dia udah balikan sama mantannya? Bodok ah! Gak perduli. Keesokan harinya aku cek timeline SNS milikku--facebook, muncul status “Zuhal Farisa N sedang berpacaran”. Aku syok banget dan tiba-tiba sakit di bagian ulu hatiku. Aku kenapa? Seharusnya aku bahagia dong Zuhal balikan sama mantannya. Bukannya itu lebih baik? Daripada dia terluka karna perasaanku yang masih labil?

Di sekolah, anak-anak kelas ngerubungin aku. Lah, kenapa anak-anak pada dateng gerombolan gini? Mereka duduk mengelilingiku seperti artis hollywood sesi wawancara habis dapat penghargaan bergengsi. Eaaa khayalan ku tinggi menjulang.

"Zuhal nembak kamu?? Sekarang kamu pacaran dong sama dia? Ecieee dah gak jomblo lagi." seru teman-temanku. Iya nembak aku, nembak pake peluru bukan panah cinta.

“Ya enggaklah! Aku loh gak suka Zuhal. Gak akan pernah coy!” jawabku santai. Iya, gak akan pernah. Untuk apa aku berusaha mencintai laki-laki milik orang lain? Zuhal loh sudah balikan berarti mereka bakal langgeng dong. Y x g kuy? Masih banyak laki-laki yang bisa aku cintai dengan tulus.

"Awas lu karma. Mampus." seru temanku yang lain.

"Terserah." ujarku singkat.

Selama Zuhal balikan sama mantannya, aku dan dia seperti tidak ada hubungan apa-apa. Dia acuh. Awalnya aku biasa saja. Semakin lama kenapa aku merasa ada hal janggal? Setiap aku meperhatikannya yang sedang asyik dengan temannya, aku merasa jantungku berdegup kencang. Akhir-akhir ini aku lebih sering mencuri pandangan kepadanya. Setiap latihan perkusi pun aku mencari perhatian kepadanya tapi dia lagi-lagi tak menghiraukanku. Okey aku rasa aku di permainkan olehnya kemarin. Di matanya sekarang aku hantu. Ndak keliatan. Cuma terasa hawa-hawanya doang. Sepertinya aku hanya sebagai pelampiasannya. Buktinya dia balikan lagi sama mantannya dan lebih milih ninggalin aku. Tapi gara-gara aku juga sih nyuruh dia balikan sama mantanya. Bodok ah intinya dia salah! Pokoknya aku gak mau salah disini. 

Sampai akhirnya Zuhal putus dengan pacarnya tanpa aku tau. Malam itu aku sedang menonton tv seraya menghilangkan rasa suntuk karna tidak ada aktivitas apapun. Aku memang bukan anak yang aktif. Aku lebih memilih menjadi yang terlupakan daripada di ingat. Tak lama kemudian, handphoneku bergetar. Aku melirik notifikasi pesan yang muncul. Zuhal?

Zuhal : “Hai, lagi apa?”

Aku bingung kenapa mendadak dia mengirim pesan padaku. Bukannya dia ada pacarnya? Mampus lah kalau aku ketauan balas smsnya. Hiii mengerikan di labrak pacar orang.

Aku : “Lagi nonton aja. Kamu?”
Zuhal : “Gak ngapa2in.”
Aku : “Ohh. Pacar kamu gak nemenin smsan?”
Zuhal : “Aku putus”
Aku : “Kok bs??”
Zuhal : “Panjang ceritanya”
Aku : “Sayangnya….”
Zuhal : “Udah gapapa kok”

Akhirnya aku dan Zuhal kembali seperti dulu. Aku dan dia selalu bertukar pesan, setiap latihan perkusi kembali bersama, di sekolah bercandaan ketawa-ketawa dan ngusilin satu sama lain, dan masih banyak lagi. Dari situ aku merasa utuh sepenuhnya. Yang dulunya hampa, sekarang terasa hangat.

💔💔💔

Ada moment yang gak boleh di lupakan yaitu ketika latihan perkusi sekitar bulan Maret tanggal 2. Zuhal tau kalau aku pingin boneka panda jadi dia nyuruh temanku untuk nyari boneka panda. Dia tuh pengen keliatan romantis ala-ala relationship goals gitu. Yaa, namanya anak SMP masih terinspirasi sama pasangan-pasangan muda yang romantis kijil gitu. Aku juga sudah curiga sebenarnya karna salah satu temanku yang lumayan deket sama aku bilang “kamu bakal punya kok may. Tenang aja”. Sempet mikir, kali temanku ini bisa ngeramal masa depan ku karna dia bisa tau aku bakal punya boneka panda yg aku pinginin tapi pikiranku musnah karna ternyata dia bukan peramal. Siangnya, Zuhal sempet bilang kalo dia bakal ngasih sesuatu.

Malam tiba. Zuhal kali ini telat datang latihan perkusi. Aku lihat mukanya kusut banget kayak baju belum di setrika. Untung masih keliatan tampan. Karna aku kepo kenapa mukanya lusuh gitu jadi aku nanya sahabatnya. Kata sahabatnya, dia lagi ada masalah sama keluarganya. Alhasil aku diam saja. Gamau nyapa dia. Ntar dia ngamuk kayak gorilla, hancur semesta dan seisinya. Gak lama kemudian Zuhal izin pulang cepat dan anehnya dia lari ke parkiran. Kenapa harus lari? Apa ada hal mendesak?

Latihan perkusi berjalan lancar tanpa Zuhal walaupun sedikit kuwalahan karna dia juga bagian penting di perkusi. Aku mutusin buat cepetan pulang karna aku khawatir sama Zuhal. Aku lihat dari jauh, ada kantong diatas sepeda temanku. Pas ku lihat ternyata boneka panda! So sweet banget cowoknya ngasih boneka pandaaa!! Ah, kapan dapat boneka panda lucu kayak gitu dari doi? Ga mungkin doi ngasih wong gak pekaan. Tapi aku sadar kalau aku harus cepat pulang jadi aku berhenti ngebatin. Ketika aku mulai menjauhi parkiran, semua perempuan disana menjerit.

“Astagaaa!!! Boneka panda dari siapa ini???”

“Boneka pandanya lucu banget!!!”

Anjir nih anak cewek teriak kayak toak mesjid. Kenceng banget. Cocok jadi penonton bayaran di stasiun tv alay. Udahlah hiraukan.

💔💔💔

Tanggal 9 Maret 2013, aku baru tau kalau boneka panda itu ternyata Zuhal kasih buat aku. Ngakak parah ternyata dia salah naruh boneka. Hahahaha gobles banget sih anak ini!! Seharusnya di sepedaku malah di sepeda temanku. Makanya gausah sotak pake kasih surprise begituan. Gagal kan? Hahaha. Gak kepikiran juga kalau ternyata tuh boneka hadiah yang pingin Zuhal kasih.

Akhirnya Zuhal mutusin kalau sore ini dia bakal ngasih bonekanya. Sehabis aku wifian di tojas, aku papasan sama Zuhal. Dia bawa kantong belanja kek emak-emak sosialita dan segelas kopi. Sampai di rumah, aku dapat sms dari Zuhal. Dia nyuruh aku keluar rumah. Pas dah di luar... jengjeeeeng ada boneka panda di gantungi kertas “I’M YOURS MRS.PANDA”. Lucu bangeeettt!! So sweet banget sih anak ini. Sini mas-nya tak bawa pulang juga.

"Suka gak?" tanyanya tiba-tiba yang entah muncul dari mana. Ia berdiri di hadapanku.

"Sukaaaa!! Ini buatku?"

"Iyalah buatmu. Ya kalik buat tuh kucing." Zuhal menunjuk anak kucing yang lewat.

"Jadi ini boneka yang aku liat di sepeda temenku? Lucu!!"

"Iya. Lucu bonekanya atau kamu nyindir aku?"

"Bonekanya dooong walaupun kejadian tadi malam juga lucu."

"Sialan. Aku ambil lagi aja deh bonekanya."
 
Ah, iya kenalin boneka panda comel yang Zuhal kasih ke aku, namanya MUZA. Horaaay! Namanya hasil kesepakatan aku dan Zuhal. Selamat datang di kehidupan baruku dan Zuhal, Muza.

💔💔💔

Setelah kejadian Muza, tidak lama kemudian aku dan Zuhal berantem. Sebenarnya aku capek berantem mulu sama dia. Belum pacaran aja dah berantem, huft. Aku lupa itu tentang apa tapi yang jelas karna itu aku dan Zuhal pisah.... lagi. Padahal aku udah kodein ke dia di salah satu SNS-- twitter, kalau aku rindu tapi dia malah balas ngode. Lah, hubungin aku duluan dong mas! Kesel malah di balas gitu doang.

Sejak Zuhal ninggalin aku, aku ngerasa ada yang hilang, ngerasa sepi. Di mulai dari sini aku mulai yakin kalau sebenarnya aku….. jatuh cinta dengan Zuhal Farisa Nurmadani. Namun aku memilih untuk mengakhiri semua. Mungkin lebih baik kita tak bersama walaupun aku terlambat mencintaimu.





To be continued..

Komentar

Farisa mengatakan…
Mana yang 3

Postingan populer dari blog ini

Kesepuluh

Hati siapa yang tak tersakiti saat yang dia harapkan hanya terwujud dalam mimpi. Hati siapa yang tak tersakiti saat seseorang yang berkata akan kembali tapi malah tak pernah kembali lagi. Hati siapa yang tak tersakiti saat cinta yang dia rasa, tidak kau rasakan sebaliknya. Hati siapa yang tak tersakiti saat dia berdoa untuk seseorang tapi seseorang itu justru berdoa untuk orang lain. Hati siapa yang tak tersakiti saat dia dengan sabarnya menunggu tapi yang ditunggu itu justru sedang berjuang tuk hidup bersama dengan orng lain. Jadi hati siapa yang tak tersakiti? Jangan bohong. Jangan berpura-pura kau baik-baik saja. Jangan tersenyum jika ingin menangis. Tidakkah kau lelah dengan cinta manusia yang tak kunjung kau dapatkan? Tidakkah kau jenuh dengan pengharapan panjang pada seseorang?

Keenam

Satu kata buat hari ini CAPEK. Sumpah demi apapun rasanya capek luar biasa. Nyari makan malas, gerak malas, ngomong malas. Maunya cm duduk trs chatan. Terus seharian ini bawaannya emosi. Apalagi tadi siang. Rasa badan penuh setan-setan. Si kunyuk tetep jadi pelampiasan amarahku. Wkwkwkk. Untungnya sabar, untungnya mau dengerin. Memang dabest si kunyuk. Padahal malamnya vidcall-an aku maki-maki, paginya ku maki-maki, sampe sore pun ku maki-maki. Malam ini dia gone. Pasti dia ngegame lagi atau enggak nongki sm "sisa" temennya.
Ah, Tuan, rasanya aku pingin cerita banyak tapi apa daya aku bener-bener kecapekan. Mianhae. Btw jangan chat-chat aku nah, rindunya balik tau. Emg kamu mau tanggung jawab? Enggak kan? Kalo ga mau tanggung jawab gak ush chat. Please. Aku sdh berusaha semaksimal mungkin buat gak pengen tau dan gak pengen inget kamu.


Salam rindu dari Yogyakarta

Ketigapuluhdua

"Nah, anak kuliahan bagusnya pakai baju kayak gitu mbak. Cantik. Ndak kek kamu biasanya. Masa pake kemeja kotak-kotak atau ndak kemeja jeans terus celana jeans sm sepatu kets." 
Iyaya cantik tapi aku ndak berniat kalau kuliah pake baju bagus. Enak pake kemeja kotak-kotak atau kemeja warna gelap terus celana jeans cowok di paduin sm sepatu kets. Ah paling enak sud. Daripada harus ribet pake baju bagus karna kalo aku pribadi kalo dah pake baju bagus biasanya hrs keliatan bagus trs. Ribet perasaan kalo harus bolak-balik liat kaca. Ini menurutku pribadi sihh gatau orang lain. Kadang ada sih hasrat pengen juga kayak cewek-cewek yang lain gitu. Keliatan cantik walaupun di kampus cuma gak usah ajalah. Kalo ngampus rembes-rembes aja kecuali kalo jalan baru cantik-cantik walaupun q tak cantik seperti wanita lain. Padahal aku sdh tak gendut tapi tetep aja aku keliatan jelek. Dasarnya emang jelek mau gmn lagi. Hah. Gimana ya bisa cantik kek cewek-cewek lain.. punya muka bersih halus, k…