Langsung ke konten utama

Bongkar Gudang (4)

Uluhhh uluuh ada yang baper di Bongkar Gudang (3) ternyata. Hahaha. Udah gausah baper gitu ah. Aku tau kamu lagi lembek aja! Tapi emang sih post yang kemarin bagian romantisnya gitu. Ihh, kita romantis dulu Tuan! Omo! Hahahaha. Kemarin dah yang romantis, sekarang yang... apa ya... susah jelasinnya. Pokoknya yang belum 18 tahun gak boleh baca. Horor soalnya. Kalau boleh jujur, aku sebenarnya malu banget ngepost bagian scene ini. Skip boleh? Gak boleh ya? Yaudah jangan pergi-pergi ya otakmu. Awas aja! Malu parah aku. Ah, btw ada beberapa scene yang aku tambah aja deh biar gak keliatan.... begitulah wkwkwk. Kalau kepanjangan, maaf ya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Now playing : when I come home - William Fitzsimmons 🎶


Dengan laki-laki sok kalem ini, aku mendapatkan ciuman dan pelukan pertama kali..

Ketika itu ibuku habis pulang dari Jawa jadi beliau memilih untuk istirahat. Begitu juga dengan adik-adikku. Kebetulan bosku sedang kerja sore. Biasa, jadwal quality time kalo bos lagi kerja sore biar puas. Karna orang-orang rumah pada mengheningkan cipta jadinya rumah sepi deh. Hanya aku dan Zuhal yang lagi ribut ketawa-ketiwi gak merasa berdosa. Kebetulan emang dari awal Zuhal aku suruh ke rumah sih. Tiba-tiba ide isengku muncul. Aku menantang Zuhal untuk mencium keningku.

“Halah kamu loh gak berani” ujarku dengan suara meremehkan.

“Aku tuh berani may.” Jawab Zuhal. Anjir, di tanggepin tantanganku. Keringat dinginpun mulai terasa.

“Coba kalau kamu berani. Cium keningku!”seruku. Zuhal menatapku sedikit ragu.

“Aih gapapa kah?” tanyanya pelan.

“Kamu loh aku tantang gimana sih?!” jawabku.

“Serius ya?”

“Kalo gak berani bilang aja kalik! Huuuuu gak berani.”

“Kayak kamu berani aja.”

“Aku loh berani tapi kamu duluan.”

“Huuuu kamu yang gak berani!”

“Cepet sudaah. Congormu aja itu.”

“Iya ya aku buktiin. Kalo aku berani, kamu cium aku juga” Anjing sekeluarga. Aku berdoa kepada Tuhan kalau dia cuma bohongan doang. Please, dia gak berani. Please. Aku takut sumpah! Pertama kali anjir. Bayangin aja rasanya pertama kali gimana. Gak ambigu kan? Sip enggak!

“Iyaaaa” ujarku akhirnya.

Zuhal melipat topi jilbabku. Ah, iya aku lagi make jilbab langsung merek rabbani. Endorse? Enggak kok cuma kasih tau doang hehe. Aku menutup mataku karna sebenarnya aku gak berani. Yaiyalah anak SMP nda ada yang berani kayak gini. Aku harap anakku nanti gatau soal ini kecuali bapaknya nih cowok baterai soak. Hanya beberapa detik bibir Zuhal sudah menempel di keningku. Astagaaaa!! Dia melakukannyaaa!! Rasanya aneh sekali anjir di cium laki-laki. Kayak ada yang main drum gitu pake jantungku. Sumpah ini jantung rasanya mau copot. Sial.

“Berani kan aku? Aku loh gak congor.” Ujar Zuhal dengan nada menang. Iya, berani. Berani bikin anak orang mati di tempat lu. Anying.

“Aku juga gak congor!” ujarku tak mau kalah padahal keringat dingin terus mengalir di tubuhku. Aku menelan liurku sejenak. “Aku tutup matamu ya”

“Iyaaa”

Aku tutup matanya Zuhal dengan tanganku. Jantungku terus berdegup kencang. Secepat mungkin aku langsung mencium keningnya. Tuhan.. pertama kalinya hambamu ini nyium laki-laki. Setelah itu semua berlalu akhirnya Zuhal pulang. Ketika mau pulang, Zuhal meluk aku tiba-tiba. Anjir!! Cobaan apa lagi yang menerpaku? Lambaikan tangan boleh? Aku nyerah deh. Lemes nih dengkul. Aku merasa canggung ketika membalas pelukan Zuhal tapi ternyata nyaman juga ada di pelukannya. Ini gak bohong. Mungkin kalau boleh, aku pingin selamanya di peluk sama Zuhal. Zu, aku janji kamu cowok pertama dan terakhir yang aku cium dan peluk kayak gini. Semoga aja Tuhan baik mau nuker jodoh kita sama yang lain dan kita menyatu selamanya ampe bau tanah. Aamiin.

💔💔💔

Teriakan para gadis membuat seluruh pemain futsal membara. Aku meneriaki nama Zuhal dengan keras hingga ia menoleh. Iya, aku tau berisik. Ini juga demi kamu njir. Teriakanku ini bikin kamu menang tau. Liat aja nanti kamu pasti bisa nyetak gol. Peluit berbunyi menandakan break. Zuhal berlari menghampiriku. Aku menyerahkan minumnya dan tanpa babibu ia langsung meneguk minum dengan kasar.

"Minumnya duduk, Huzal!" seruku lalu memberinya serbet saku tapi dia masih asik minum. Setiap dia futsal atau olahraga apapun, aku selalu nyuruh dia bawa serbet saku. Kalau aku lagi bisa nonton, biasanya aku juga bawa buat jaga-jaga kalau dia gak bawa. Kadang suka rewel nih cowok kalo disuruh bawa serbet saku doang. Di kiranya keren apa keringat ngucur gitu? Yaaa memang keren sih.... kalau badanmu ndak gendut gini! Tapi tetep cintaku utuh kok, Yang. Hehehe.

"Iya sabar. Haus ini." ujarnya. Setelah ia menghabiskan setengah botol air, ia duduk di sampingku. Dikarenakan dia gak ngambil serbet yang aku sodorin jadinya aku yang ngelapin keringatnya. Romantis gak aku sekarang? Jelas dong. Udah belajar dari internet bray. 

"Pinter ya sekarang udah bawa serbet. Kan enak diliatnya kalau gak keringatan gini." pujiku. Ia tersenyum kayak anak anjing habis di elus-elus. Lucu gemesin gitu.

"May, liat ya nanti aku bisa nyetak gol buat kamu." ujar Zuhal seraya menunjuk gawang. Mataku masih fokus mengelap keningnya yang masih basah.

"Mana bisa kamu nendang bola ke gawang. Nendang bola ke temen aja masih jelek." ledekku.

"Okee, aku buktikan nanti! Sudah ah ngelapnya. Aku mau latihan."

"Baru juga kamu duduk Huzal!!"

"Aku mau latihan demi nyetak gol buat kamu May!" Zuhal mengedipkan sebelah matanya. Dasar genit! Tapi aku luluh.. hehehe.

Pertandingan kembali di mulai. Zuhal terlihat begitu semangat daripada sebelumnya. Ini orang seriusan mau nyetak gol demi aku? Sok romantis ah kamu. Nanti aku pingsan di tempat gimana? Aku selalu lemah kalau sama kamu Zu. Tak lama kemudian, Zuhal berlari merebut bola dari lawan. Dengan gesit ia membawa bola menuju gawang. Halah, gak mungkin itu ma...

"GOOOL!" seru anak-anak kompak. Aku tak percaya Zuhal bisa melakukannya. Bohong ah itu. Zuhal menatapku seraya membentuk tangannya menjadi tanda love. Omo!! Aku lemes masss. Aku tersenyum lebar seraya membalas tanda cintanya. 

"Ihh unyu banget sih May kamu sama Zuhal. Gemes aku liatnya." celetuk temanku dari belakang. Aku terkekeh malu. Ah, bisa aja Zuhal bikin cewek-cewek iri. 

"Ah, biasa aja kok." ujarku santai.

"Sayaaaang!! Aku mau juga kayak Zuhal sama Maya!!" teriak temanku yang lain. Aku menoleh menatap tajam perempuan tersebut. Pacarnya yang kebetulan setim dengan Zuhal mengacungkan jempolnya. IDIH PENGIKUT! ANJING!

Entah siapa yang ngundang hujan buat ikutan nonton futsal. Hujan turun dengan deras membasahi seluruh lapangan dan seisinya. Aku dan Zuhal berlari seraya menuntun sepedaku menuju rumah salah satu teman Zuhal. Aku, Zuhal, dan beberapa teman yang lain meneduh di rumah si pemilik. Aku mengusap lenganku yang basah terkena hujan.

"Dingin?" tanya Zuhal lembut. 

"Enggak kok. Biar kering aja." ujarku seraya menatap air langit yang jatuh bertubi-tubi. Zuhal merangkulku erat. Aku jadi senyum-senyum sendiri jadinya. Ah, bisa aja mas ini!

"Sayang banget harus berhenti tadi. Padahal lagi seru-serunya main."

"Yaudah main sendiri aja sana kamu di lapangan."

"Gila dong aku main sendiri?"

"Tuh ngaku. Hahahaha enggaklah sayang. Becanda."

"Hmmm"

"Huzal.. main hujan yuk." ajakku tiba-tiba. Zuhal menatapku dengan tatapan kaget.

"Nanti kamu sakit."

"Enggak sayang. Ayo nah!"

"Enggak mau."

"Cupu banget sih gak mau main hujan karna takut sakit."

"Bukan gitu Amay tapi.... May! Jangan main hujan ku bilang! Bandel di kasih tau! May!!" teriak Zuhal begitu melihatku tiba-tiba berlari kebawah langit. Aku tertawa melihat ekspresinya yang seperti mamak-mamak yang liat anaknya main lumpur bareng babi-babi kotor. 

"Ayo Huzal! Sini! Main hujan bareng aku!" seruku seraya mengangkat tanganku untuk merasakan air langit yang jatuh. Teman-teman Zuhal yang meneduh, tertawa melihat tingkahku yang seperti anak kecil. Zuhal akhirnya hanya tersenyum melihatku. Indah ya ngeliat senyummu di bawah hujan. Aku menghampiri Zuhal lalu menariknya paksa untuk merasakan kebahagian bersama hujan.

"May, aku gak mau main hujan gini...."

"Huzal! Enakkan main hujan bareng aku? Kapan lagi bisa main hujan bareng pacar." teriakku yang diikuti sorakan teman-teman. Zuhal menggeleng-gelengkan kepala melihat pacarnya ini berubah menjadi gadis kecil yang terlihat bahagia melihat hujan. Spontan aku memutar badan Zuhal seraya tertawa bersamanya. Untuk pertama kalinya aku bermain hujan bersama laki-laki yang sangat aku cintai. Mulai detik ini, aku akan mencintai hujan seperti aku mencintaimu, Huzal.

💔💔💔

Hubunganku dan Zuhal masih berlanjut hingga SMA. Ya, lika-liku kami memang semakin lama, semakin terasa sulit tapi aku tidak ingin mengeluh padanya. Aku tetap ingin bersama Zuhal hingga nanti. Aku masih pingin di peluk cium kalau lagi manja. Aku masih pingin jalan kemana-kemana sama dia. Aku masih pingin ketawaan bareng dia. Aku masih pingin ngeliat senyumnya karna tingkahku. Walaupun dia terlihat lebih overprotective, aku tetap mencintainya. Tak apa. Itu tandanya Zuhal mencintaiku lebih dariku. Ketika kami sudah mulai memasuki hari pertama sekolah, dia bilang “Aku takut kamu ninggalin aku pas sudah SMA. Kamu cantik may. Aku takut kamu lebih milih laki-laki yang lebih dari aku. Aku loh gak ada apa-apanya.” Mungkin kalau aku membalasnya dengan kata-kata, dia tidak akan percaya jadi aku membuktikannya. 

Semenjak kakak kelas kami sudah membolehkan adik kelasnya untuk membawa motor, Zuhal langsung membawa motor ke sekolah. Padahal belum ada sim aja udah gaya-gaya bawa. Dan semenjak itu, aku mulai di anter pulang sama Zuhal. Biasanya dia nungguin di bawah pohon depan sekolah sambil ngobrol-ngobrol sama temen-temen baru. Aku tersenyum melihat Zuhal sudah menungguku disana. Ia melambaikan tangan kepadaku. Aku berlari menghampirinya. 

"Aku lama ya? Maaf ya habis gurunya lagi gak enak tadi." ujarku lesu. Zuhal menggelengkan kepalanya.

"Enggak kok Amay. Pulang sekarang?" tanya Zuhal. Bohong, aku tau pasti dia udah lama nunggu. Keringatnya dah ngucur gitu di lehernya. Terus dua kancing dari atas sudah di bukanya. Akhirnya aku mengangguk mantap lalu aku menggandeng tangan Zuhal menuju parkiran. 

"Huzal, Maya capek belajar terus." keluhku manja.

"Yaudah gak usah belajar." ujar Zuhal tanpa basa-basi. Aku memukul lengannya. Memang nih cowok dari jaman alif gak pernah pekaan. Memang sih romantis tapi kadang gini nih. Lagi geser otaknya.

"Jawabanmu gak sesuai dengan apa yang aku mau!"

"Ya, daripada kamu capek. Yaudah, habis ini kamu istirahat aja. Kan katamu ulangannya masih lusa."

"Iya, nanti Maya istirahat. Huzal gak mau nemenin Maya istirahat?"

"Nanti aku temenin dalam mimpi." ujar Zuhal asal. Minta di cium tuh bibir! Jawab asal banget sih. Lagi pengen sayang-sayangan juga. Zuhal memasang helm untukku, lalu ia memasang helmnya.

"Huzal, aku aja yang makein helmnya!!" ujarku semangat.

"Iyaa." Aku melepas helmnya lalu memasangnya lagi ke kepalanya. Aku tersenyum melihatnya yang menatapku begitu dalam. Berhentiin waktunya dong dije. Pingin begini terus sama pacar. Aku takut suatu hari nanti aku gak bisa liat matanya sedeket ini. Memang akhir-akhir ini rasa takut kehilangan mulai muncul. Aku merasa ada sesuatu yang tidak di inginkan bakal terjadi tapi aku berusaha membuang perasaan laknat itu jauh-jauh.

💔💔💔

Menurut aku, masa SMA ku adalah masa yang bakal aku kenang selalu. Aku suka masa SMA ku karna ada Zuhal yang setia ngewarnain hari-hariku. Ada aja kejutan-kejutan baru yang dia kasih ke aku. Entah itu tiba-tiba dia datang ke kelasku cuma sekedar pijetin kepalaku yang rasanya mau meledak liat nama-nama aneh dari guru biologi, bekal bertabur cinta dari dia karna aku ga sarapan dan gak bawa uang jajan ataupun bekal, dll. Terus dia rela di marahin guru bahasa indonesia karna bolos demi bisa nemenin aku yang lagi pelajaran kosong. Hahaha. Jadi tambah banyak rasa hidupku sama Zuhal. Emang paling bisa deh pacar kesayanganku ini! Gak ada yang bisa nyangin hebatnya pacar aku!

💔💔💔

Moment yang tak terbayangkan pun terjadi. Saat itu Zuhal menjadi panitia di sebuah acara besar. Dia pernah bilang ke aku kalau dia mau mencoba menyelinap ke kamarku tapi aku nolak karna gak berani. Sampai akhirnya datang sebuah kesempatan. Zuhal berhasil masuk kedalam kamarku. Itu sebuah hal gila yang pernah aku lakuin. Sumpah, dia kayak maling masuk ke kamarku diam-diam. Ngakak sih tapi kasian. Masih pacarku. 

Sekarang tebak kira-kira suasananya gimana? Awkward coy. Di kamar cuma berdua. Hanya aku dan Zuhal. Aku sm Zuhal jadinya quality time deh. Rasa malam pertama. Iyakan? Memang malam pertama kok. Gak usah ambigu gitu dong! Ku cincang otakmu nanti. Saat Zuhal terlelap, aku hanya diam menatap wajahnya. Yang aku pikirin, gimana kalau suatu saat nanti kita gak bareng lagi ya? Gimana kalau suatu saat kamu yang tega tinggalin aku? Ato malah sebaliknya. Perasaan laknat itu selalu menghantui pikiranku. Ya!! Pergi jauh-jauh lu pikiran laknat dari alam barza! Seneng banget sih nyantol di otak orang kasmaran. 

Don't wanna close my eyes
I don't wanna fall asleep
'Cause I'd miss you, baby
And I don't wanna miss a thing

Soundtrack off. Karna aku greget pengen nyium pipinya, akhirnya aku mencium pipinya. Gak cuma sekali tapi berkali-kali karna aku suka bau badannya. Khas banget. Kesempatan emas bisa nyiumin calon suami lagi tidur. HAHAHA. Udah bertanduk nih aku kayak malaikat jahat. 

Ketika aku sedang menciumi pipinya, tiba-tiba aja kepalanya Zuhal miring dan akhirnya bibirku dan bibirnya menempel. Sekarang cm ada suara kodok dan jangkrik duet di luar kamar. Aku bingung harus mengumpat atau hamdallah. Bodohnya aku jg cuma diam. Ya gimana... aku gak tau harus apa sekarang. Aku ngerasa badanku semuanya kaku. Beku. Jantungku rasanya sudah gak karuan. Darahku rasanya mendidih di bagian ubun-ubunku. Kabel di otakku tiba-tiba lgsg terpasang dgn otomatis dan aku sadar seketika, buru-buru aku melepas ciuman itu. 

Sebenarnya aku gatau itu ciuman atau apa karna aku gak pernah nonton orang ciuman anjir! Yg aku tau kalo bibir saling nempel yaa namanya ciuman. Btw kalo aku jadi Sulli bakal bilang juga "Bibirnya enak"  Hahahaha becandaa. Semoga suatu bisa gini lagi. Eh? Ndak deng, ndak, becanda lagi elahh. Mendadak pikiranku jadi berhamburan berserta perasaanku. Fix aku melanggar semuanya! Akhirnya aku pura-pura tidur karna aku takut. Berasa mau di terkam hantu totongo. Tau hantu totongo gak? Gatau ya? Yaudah lupakan.

Jangan bangun sekarang dong Zu. Aku malu parah ini. Untung lampuku sedikit redup jadi gak  keliatan wajahku yang merah kek kepiting rebus pake saus pedas manis. Ketika Zuhal bangun, Zuhal minjem kamar mandi. Zu, kamu gatau apa udah ngerenggut bibir manisku? Malah masang muka gak berdosa lagi pinjem kamar mandi. Setelah itu aku dan Zuhal melanggar semuanya. Cuma kisseu aja kok. Gak lebih. Ini gara-gara aku semuanya. Ah, seharusnya dari awal aku gak nyium pipinya. Pura-pura aja main game di laptop terus ntar dia bangun, ngobrol-ngobrol deh. Tauk ah bodo. Aku malu. Next!

💔💔💔

Semakin lama hubungan kami banyak konflik. Terparah ketika aku memutuskan untuk menjadi panitia disebuah acara besar. Aku tau dia tidak suka aku sibuk, tapi aku berusaha untuk tidak meninggalkannya. Sebisa mungkin aku tidak marah dengannya, sebisa mungkin aku memberikan waktuku untuknya walau aku harus memperjuangkan harga diriku di depan anak panitia yang lain karna mereka terus mengejekku. Iya, mereka mengejek karna Zuhal yang begitu over. Memangnya kenapa sih? Ini hubunganku sama Zuhal. Gak usah ikut campur gitu dong. Zuhal yang over ke aku, kok kalian yang bawel. Cot lah.

💔💔💔

10 Maret 2015

Ternyata Tuhan punya rencana lain buat kita Zu. Ia membalikkan semuanya. Hubunganku dan Zuhal kandas. Hanya karna dia membawa pengaruh buruk buat aku. Aku merasa tidak menjadi buruk selama berada di dekatnya. Solatku masih rajin, ngajiku selalu, aku gak melakukan hal negative yg lain. Aku belum melakukan hal yg lebih sm dia selain cium. Tapi kenapa Zuhal tega? Katanya dia setia sama aku, katanya dia gak akan putusin aku, katanya aku yang jadi terakhir buat dia. Apa emang semua cowok itu bajingan?

Rasa sayangku ke dia besar banget. Begitu juga rasa cintaku. Aku rela ngelakuin apapun ke dia. Serius. Walaupun jatuh itu sakit, gapapa. Gak masalah buat aku. Jadi aku putuskan buat ngajak dia balikan. Aku ajak dia ke obor, aku ngomong face to face sama dia dan emang dia mau balikan tapi aku baru nyadar cinta itu gak bisa dipaksa. Kalau dia emang udah gak nyaman mending aku yang harus pergi. Aku yakin Tuhan punya rencana yang lebih indah lagi. Walaupun dia bilang dia sayang sama aku, dia gak bakal ninggalin aku, tetep mending aku yang pergi. Karna cuma ada 2 pilihan, aku yang pergi atau kamu bakal terus tersakiti. Mungkin kalau kisahku dalam bentuk buku, tulisan Zuhal ikut mengukir disana dan kalau di baca lagi semua akan terlihat indah walau menyakitkan.


Berita baik untuk kamu Zuhal!!
To be countinued...

Komentar

Farisa mengatakan…
"Continued". Lagii

Postingan populer dari blog ini

Kesepuluh

Hati siapa yang tak tersakiti saat yang dia harapkan hanya terwujud dalam mimpi. Hati siapa yang tak tersakiti saat seseorang yang berkata akan kembali tapi malah tak pernah kembali lagi. Hati siapa yang tak tersakiti saat cinta yang dia rasa, tidak kau rasakan sebaliknya. Hati siapa yang tak tersakiti saat dia berdoa untuk seseorang tapi seseorang itu justru berdoa untuk orang lain. Hati siapa yang tak tersakiti saat dia dengan sabarnya menunggu tapi yang ditunggu itu justru sedang berjuang tuk hidup bersama dengan orng lain. Jadi hati siapa yang tak tersakiti? Jangan bohong. Jangan berpura-pura kau baik-baik saja. Jangan tersenyum jika ingin menangis. Tidakkah kau lelah dengan cinta manusia yang tak kunjung kau dapatkan? Tidakkah kau jenuh dengan pengharapan panjang pada seseorang?

Keenam

Satu kata buat hari ini CAPEK. Sumpah demi apapun rasanya capek luar biasa. Nyari makan malas, gerak malas, ngomong malas. Maunya cm duduk trs chatan. Terus seharian ini bawaannya emosi. Apalagi tadi siang. Rasa badan penuh setan-setan. Si kunyuk tetep jadi pelampiasan amarahku. Wkwkwkk. Untungnya sabar, untungnya mau dengerin. Memang dabest si kunyuk. Padahal malamnya vidcall-an aku maki-maki, paginya ku maki-maki, sampe sore pun ku maki-maki. Malam ini dia gone. Pasti dia ngegame lagi atau enggak nongki sm "sisa" temennya.
Ah, Tuan, rasanya aku pingin cerita banyak tapi apa daya aku bener-bener kecapekan. Mianhae. Btw jangan chat-chat aku nah, rindunya balik tau. Emg kamu mau tanggung jawab? Enggak kan? Kalo ga mau tanggung jawab gak ush chat. Please. Aku sdh berusaha semaksimal mungkin buat gak pengen tau dan gak pengen inget kamu.


Salam rindu dari Yogyakarta

Ketigapuluhdua

"Nah, anak kuliahan bagusnya pakai baju kayak gitu mbak. Cantik. Ndak kek kamu biasanya. Masa pake kemeja kotak-kotak atau ndak kemeja jeans terus celana jeans sm sepatu kets." 
Iyaya cantik tapi aku ndak berniat kalau kuliah pake baju bagus. Enak pake kemeja kotak-kotak atau kemeja warna gelap terus celana jeans cowok di paduin sm sepatu kets. Ah paling enak sud. Daripada harus ribet pake baju bagus karna kalo aku pribadi kalo dah pake baju bagus biasanya hrs keliatan bagus trs. Ribet perasaan kalo harus bolak-balik liat kaca. Ini menurutku pribadi sihh gatau orang lain. Kadang ada sih hasrat pengen juga kayak cewek-cewek yang lain gitu. Keliatan cantik walaupun di kampus cuma gak usah ajalah. Kalo ngampus rembes-rembes aja kecuali kalo jalan baru cantik-cantik walaupun q tak cantik seperti wanita lain. Padahal aku sdh tak gendut tapi tetep aja aku keliatan jelek. Dasarnya emang jelek mau gmn lagi. Hah. Gimana ya bisa cantik kek cewek-cewek lain.. punya muka bersih halus, k…