Empatpuluh

"Kenapa kamu pulang? Urusanmu memang sudah selesai?"

"Belum."

"Loh?"

"Nih yang kamu tunggu. Gak usah bawel lagi."

"Makasih ya."

"Bentar lagi pergi?"

"Iya. Udah mulai packing-packing juga."

"Oh, hati-hati ya. Besok aku udah gak balik lagi. Aku gak bisa anter kamu."

"Gapapa kok."  

Laki-laki tersebut tiba-tiba memelukku erat. Sontak aku terkejut karna sikapnya yang aneh. Dia tidak pernah memelukku selama ini tapi malam ini dia memelukku. Tanganku tidak berusaha melingkarkan di pinggangnya. Aku hanya mencoba merasakan hal aneh yang terjadi detik ini. Jujur, selama ini aku merindukan pelukan hangat dari seorang laki-laki namun aku tidak pernah meluapkan kepada laki-laki manapun. Sekarang, laki-laki di hadapanku memelukku begitu erat seakan dia memang merindukanku dan tidak ingin aku pergi darinya. Kedua tanganku akhirnya menyusuri pinggangnya, membalas pelukan laki-laki tersebut.

"Tolong jangan di lepas. Biarin aku meluk kamu dulu."

Laki-laki itu hanya diam dan terus memelukku. Seharusnya kita tidak seperti ini tapi ternyata Tuhan punya rencana lain untuk kita. Bukan untuk menyatu tapi untuk berpisah.


- Busan, 2017
(aku baper parah bgst!) 

Komentar

Farisa mengatakan…
Kirain kamu bangsat.

Postingan Populer